Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dikembangkan oleh Aronson (1978 : 14) yang kemudian diadaptasi oleh Slavin. Melalui tipe pembelajaran ini, kelas dibagi menjadi beberapa tim/kelompok, anggotanya terdiri dari 4-6 orang siswa dengan karakteristik yang heterogen. Materi pokok bahasan disajikan kepada siswa dalam bentuk teks dan tiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari materi pokok bahasan tersebut (Slavin, 2008 : 236).

Para anggota dan berbagai tim yang berbeda, memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian materi pokok bahasan yang sama selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian pokok bahasan tersebut. Kumpulan siswa semacam itu disebut kelompok pakar (expert group), selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali kekelompok semula (home teams) untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar. Setelah diadakan pertemuan diskusi dalam “home teams” para siswa dievaluasi secara individual mengenai bagian pokok bahasan yang telah dipelajari. Individu atau tim yang memperoleh skor tertinggi diberi penghargaan oleh guru.

Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, setiap anggota tim bertanggung jawab untuk menentukan materi pembelajaran yang ditugaskan kepadanya, kemudian menggunakan materi tersebut kepada teman sekelompoknya yang lain (Ibrahim, 2000 : 12).

Tiap kelompok ahli memiliki satu anngota dari tiap kelompok asal. Kelompok asal adalah kelompok awal yang dibentuk dengan karakteristik yang heterogen, akan bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari materi pokok bahasan. Dan kelompok ahli adalah kelompok yang dibentuk dari kelompok asal yang berbeda, yang memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian materi pokok bahasan yang sama, selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian pokok bahasan tersebut dan kembali ke kelompok asal untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari.

Menurut Ibrahim (2000 : 12) dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terdapat tujuh langkah/tahap-tahap, sebagai berikut : (Tahap I) :    Menyampaikan tujuan, memotivasi siswa dan melakukan apersepsi. Pada tahap ini, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran, memotivasi siswa belajar dan melakukan apersepsi; (Tahap II) :  Menyajikan Informasi. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bacaan; (Tahap III) : Mengorganisasi siswa dalam kelompok. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar; (Tahap IV) : Memberikan masalah/tugas/ soal. Guru memberikan masalah/tugas/soal untuk dibahas dalam kelompok asal dan kelompok ahli; (Tahap V) : Membimbing kelompok-kelompok bekerja dan belajar. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar dalam kelompok ahli dan kelompok asal pada saat mereka mengerjakan tugas; (Tahap VI) : Evaluasi. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang dipelajari oleh masing-masing kelompok dengan mempersentasekan hasil kerjanya; dan (Tahap VII) : Memberikan penghargaan. Guru memberikan kuis baik individu maupun kelompok tentang materi pelajaran, tim/kelompok dan individu yang mendapat skor tertinggi akan diberi penghargaan.

Berdasarkan materi pelatihan terintegrasi Ilmu Pengetahuan Sosial (2005 : 21) pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, menggunakan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut : 1). Kelompok cooperative (Awal) ; (a). Siswa dibagi dalam kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang siswa, (b). Bagikan wacana atau tugas yang sesuai dengan materi yang diajarkan, (c). Masing-masing siswa dalam kelompok mendapatkan wacana/tugas yang berbeda-beda dan memahami informasi yang ada didalamnya. 2). Kelompok Ahli ; (a). Kumpulkan masing-masing siswa yang memiliki wacana/tugas yang sama dalam satu kelompok sehingga jumlah kelompok ahli sesuai dengan wacana/tugas yang telah dipersiapkan oleh guru, (b). Dalam kelompok ahli ini siswa belajar bersama untuk menjadi ahli sesuai dengan wacana/tugas yang menjadi tanggung jawabnya, (c). Tugaskan semua anggota kelompok ahli untuk memahami dan dapat menyampaikan informasi tentang hasil dari wacana/tugas yang telah dipahami kepada kelompok cooperative (Asal), (d). Apabila tugas sudah selesai dikerjakan di kelompok ahli masing-masing siswa kembali ke kolompok cooperative, (e). Secara bergiliran masing-masing siswa untuk menyampaikan hasil dari tugas di   kelompok ahli dan guru memberi klarifikasi.

Dari beberapa teori pelaksanaan model pembelajaran kooperatif  tipe Jigsaw diatas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ini merupakan kesempatan siswa untuk saling berbagi dengan siswa lain, mengajar dan diajar antar sesama siswa merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran yang saling berkesinambungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: